Ilmu Pengetahuan Astronomi dan bahasa Wahyu

A. Penghargaan Spontan

Saat ini, terdapat sekitar satu milyar umat islam di dunia yang tanpa ragu menerima Al Quran sebagai “Firman Allah SWT” dan sebuah “Mukjizat”

Mengapa tidak? Bahkan musuh-musuh memberikan penghargaan yang tidak diminta sehubungan dengan mukjizat alamiah dari kitab Tuhan ini.

1. Pendeta R Bosworth Smith dalam bukunya, Muhammed and Mohammedanism, menulis opini tentang Al Quran sebagai “sebuah mukjizat dari kemurnian gaya bahasa, kebijaksanaan dan kebenaran”

2. Orang Inggris lain, AJ Arberry, berkata “Setiap saya mendengar Al Quran dibacakan, sepertinya saya sedang mendengarkan musik. Dalam alunan melodi, selama itu terdapat suara terus menerus sebuah drum, seperti memukul-mukul hati saya”

3. Marmaduke Picktall melukiskan Al Quran sebagai “Simfoni yang tak ada bandingnya, suara yang benar-benar menggerakkan hati manusia menangis dan luar biasa gembira”

4. J Shilidy DD beranggapan “Al Quran adalah injil kepunyaan Mohammedan, dan lebih dihormati daripada kitab suci lainnya, lebih dari perjanjian lama orang yahudi atau perjanjian baru orang kristen”

Kita dapat dengan mudah mengemukakan selusin lebih kata-kata pujian sebagaimana daftar diatas. Teman-teman dan lawan sepertinya memberikan pujian spontan terhadap Al Quran, wahyu Tuhan yang terakhir dan penghabisan.

B. Keindahan Bahasa dan Logika yang beralasan

Orang-orang pada masa Muhammad melihat keindahan dan keagungan Al Quran, kemulian seruannya dan keluhuran perintah sucinya, tanda-tanda dan mukjizat Tuhan bekerja dan diterima.

Untuk semua penghargaan dan pembuktian tersebut, orang-orang yang tidak percaya dan meragukan mungkin berkata bahwa itu semua adalah perasaan subjektif belaka. Dia mungkin lebih jauh berdalih bahwa ia tidak mengetahui bahasa arab. Terdengar ia berkata “Saya tidak melihat apa yang kamu lihat, tidak juga merasa apa yang kamu rasa. Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa Tuhan itu ada, dan dia mewahyukan kepada utusanNya (Muhammad) dengan perintah suci yang indah itu, Al Quran?”

Dia melanjutkan “Saya tidak menyangkal keindahan filsafat di dalam Quran, etika praktis dan ketinggian moral di dalamnya. Saya bersedia mengakui bahwa Muhammad adalah seorang yang tulus dan memberikan banyak ajaran indah untuk manusia. Yang tidak saya ikuti adalah apa yang umat islam nyatakan sebagai ‘sebuah kekuatan gaib dalam pendikteannya’ “

Untuk opini semacam ini yang bermental ragu-ragu, Penulis Kitab Al Quran (Allah) menggunakan berbagai macam tipe argumen untuk memecahkan keraguannya. Bagi orang-orang ateis dan yang ragu-ragu, para pengejek dan bimbang, orang-orang yang menganggap dirinya punya banyak pengetahuan, juga mereka yang menganggap dirinya sebagai raksasa intelektual, maka masalah tersebut diarahkan kembali ke dasar bahwa mereka pada kenyataannya seperti orang kerdil.

Tetapi sebelum kita mengajukan pertanyaan Tuhan kepadanya, ijinkan saya memuaskan keingintahuan saya sendiri. “Anda orang berpengetahuan yang telah belajar astronomi melalui teleskop Anda yang hebat seperti  jika meneliti dengan cermat sebuah objek yang berada dalam kekuasaan Anda dan mempelajari alam, maka katakan pada saya bagaimana terjadinya alam ini?”

Orang berpengetahuan ini yang meski kurang dalam pemahaman spiritual, segera memberi tanggapan. Ia memulai “Milyaran tahun yang lalu alam semesta kita adalah sebuah bagian zat, dan kemudian terjadi sebuah big bang di pusat gumpalan zat raksasa tersebut, dan bongkahan zat yang kuat itu mulai beterbangan ke segala arah. Dari big bang tersebut sistem tata surya berasal, begitu juga galaksi, dan sejak itu tidak ada pertahan di angkasa terhadap momentum yang dibangkitkan oleh ledakan awal, bintang-bintang dan planet-planet berotasi dalam orbitnya…”

Pada waktu ini ingatan saya menggelitik teman materealis itu tampak dengan rahasia menyerap pengetahuan mereka dari Surat Yasin

QS Yasin 38-40

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan kami telah tetapkan manzilah manzilah sehingga (setelah dia sampai kepada manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

A038
A039A040

Ilmuwan ateis tersebut melanjutkan “Kita adalah perluasan alam semesta. Galaksi surut dari kita dengan kecepatan yang selalu bertambah cepat, dan suatu saat mencapai kecepatan cahaya, kita tidak akan dapat melihatnya lagi. Secepat mungkin kita harus membuat teleskop yang lebih besar dan lebih baik untuk mempelajarinya, jika tidak kita akan ketinggalan”

Kami bertanya “Kapan Anda menemukan cerita dongeng ini?” ia lantas meyakinkan kami “Tidak, ini bukanlah cerita dogeng, tetapi fakta ilmu pengetahuan”

“Baiklah kami menerima kenyataan yang Anda katakan, tetapi kapan Anda mengetahuinya?”, dia menjawab “baru kemarin”. Lima puluh tahun sesudah semuanya adalah “baru kemarin” dalam sejarah umat manusia.

Kami bertanya “Seorang Arab yang tidak berpengetahuan di padang pasir 1400 tahun lalu, tidaklah mungkin mempunyai pengetahuan tentang big bang dan perluasan alam semesta kan?”, lalu ia menjawab “Tidak, tidak pernah”

“Baik, jika demikian dengar apa yang dikatakan oleh nabi yang ummi tersebut :

QS Al Anbiya 30

“Dan apakah orang-orang yang ingkar itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya”

A030

Tak dapatkah Anda melihat kata-kata “orang-orang yang tidak percaya” dalam kutipan pertama di atas secara khusus ditujukan kepada Anda, orang yang berpengetahuan,  para ahli geografi astronomi, orang yang setelah membuat penemuan yang menakjubkan dan menyampaikan penemuan tersebut kepada umat manusia namun masih tetap buta seperti tidak melihat penulisnya?.

Kata Thomas Carlyle, “Dengan pengetahuan dan ensiklopedi, kita mungkin melupakan ketuhanan dalam percobaan-percobaan kita itu”.

Dimanakah pada bumi ini seorang pengendara unta di padang pasir 14 abad yang lalu  dapat mengumpulkan sedikit demi sedikit fakta ilmiah kalian itu, kecuali hal itu dari pembuat big bang sendiri?

oleh : Ahmed Deedat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
<span>%d</span> blogger menyukai ini: